twitter



Putri malu,
Satu hari berlalu lagi
Membekas bayang disanubari
                Senyumnya mengganjal di relung hati
                Seberkas duka menyayat kini
                Kenapa aku harus luka ?
                Dan kenapa harus berduka ?
                Bila senyumnya hiasan jiwa dan tawanya nyanyian cinta
Karna ku hanya memendam
Ku kubur sayang bertopeng dendam
Padahal merintih diwaktu malam
Bayang cinta kini menggoda
                Kubiarkan pedih menjadi raja
                Didalam hati ia bertahta
                Ku tak peduli perih melengkapinya
                Menjadi insan paling terluka
Kini yang ku tau
Bahwa pecundang adalah bayanganku
Rasa takut adalah senjataku
Dan malu adalah tungganganku

0 komentar:

Poskan Komentar